Kemenag Siapkan 5 Program Strategis untuk Masa Depan Santri, Luncurkan Satgas SAFESANTRI di Hari Santri 2026

banner 468x60

JAKARTA, MIQOTNEWS — Kementerian Agama (Kemenag) secara resmi menyiapkan lima program utama guna memperkuat masa depan santri dan ekosistem pendidikan pesantren di Indonesia. Langkah strategis ini diumumkan langsung oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar pada upacara Peringatan Hari Santri 2026 di halaman kantor pusat Kemenag, Jakarta.

Mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, momentum Hari Santri tahun ini menjadi penanda penting komitmen negara dalam memajukan pesantren. Menag mengingatkan kembali sejarah perjuangan 81 tahun silam, tepatnya 22 Oktober 1945, ketika Hadratusy Syeikh KH. Hasyim Asy’ari mengumandangkan Resolusi Jihad yang menegaskan bahwa membela NKRI adalah fardhu ‘ain.

banner 336x280

VIDEO UCAPAN KEMENAG KLIK DISINI

“Tugas kita, melanjutkan perjuangan para kyai dan pahlawan bangsa melalui pengabdian, karya, dan kontribusi nyata bagi Indonesia,” tegas Menag Nasaruddin Umar, Kamis (22/10/2026).

Sejalan dengan terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 18 Tahun 2026 tentang pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren (Ditjen Pesantren), Kemenag meluncurkan lima pilar program transformasi pesantren untuk menyongsong Indonesia Emas 2045:

1. SAFESANTRI dan Peluncuran Satgas Khusus

Program ini dihadirkan untuk memastikan pesantren tetap menjadi lembaga pendidikan yang aman, nyaman, dan ramah bagi seluruh santri. Pada momen Hari Santri 2026, Menag secara resmi meluncurkan Satuan Tugas (Satgas) SAFESANTRI yang melibatkan sejumlah tokoh pesantren, termasuk Gus Kautsar. Satgas ini dibentuk untuk menghadirkan mekanisme pencegahan, pengaduan, pendampingan, serta respons cepat terhadap potensi kekerasan di lingkungan pendidikan.

2. Penguatan Rekognisi Ijazah

Kemenag memperkuat pengakuan resmi atas pendidikan pesantren guna memperluas akses lulusan santri melanjutkan pendidikan ke berbagai bidang maupun memasuki dunia kerja. Program ini dirancang agar masa depan santri tidak terhambat oleh keterbatasan pengakuan administratif terhadap ilmu yang telah mereka tempuh.

3. Pesantren Adaptif dan Mandiri

Menjawab tantangan zaman, program ini berfokus pada penguasaan kecerdasan buatan (AI), sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM), serta modernisasi tata kelola. Selain itu, pilar ini mengawal kemandirian ekonomi pesantren agar mampu menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar.

4. Santri 5.0

Program ini bertujuan mencetak generasi santri yang memiliki keseimbangan antara pendalaman khazanah keilmuan Islam dan penguasaan kompetensi modern. Literasi teknologi, kemampuan beradaptasi, serta karakter keagamaan yang kuat menjadi fondasi utama dalam mencetak santri yang siap menghadapi masa depan.

5. Dakwah Digital

Menyesuaikan dengan perilaku masyarakat modern, Kemenag menyiapkan para dai dan daiyah yang menguasai media sosial, algoritma, dan konten kreatif. Transformasi ini bertujuan agar dakwah yang santun, moderat, dan berlandaskan sanad keilmuan pesantren dapat menjangkau generasi muda secara lebih dekat di ruang digital.

Untuk mengakses berbagai layanan resmi, informasi regulasi, serta publikasi terkini seputar dunia keagamaan, silakan kunjungi Layanan Kementerian Agama serta ikuti saluran resmi Kementerian Agama melalui WhatsApp Channel Kemenag.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *