Raih Penghargaan Top GPR 2026, Menag Dedikasikan untuk Kinerja 24 Jam Humas Kemenag

Berita, Kemenag28 Dilihat
banner 468x60

Jakarta, MIQOTNEWS – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar sukses membawa pulang penghargaan bergengsi dalam ajang 6th TOP Government Public Relation (GPR) Award 2026. Ia dinobatkan sebagai peraih Top GPR Figure Award 2026 untuk subkategori Special Achievement for TOP Public Service Digital Transformation Figure 2026.

Alih-alih mengklaimnya sebagai keberhasilan pribadi, Menag Nasaruddin secara khusus mendedikasikan pencapaian tersebut kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama yang telah bekerja keras mewujudkan pelayanan publik yang cepat, efisien, dan inklusif.

banner 336x280

“Penghargaan ini bukan untuk saya sendiri, melainkan untuk segenap karyawan, staf, serta pimpinan Kemenag dari pusat hingga daerah. Penilaian ini adalah hasil dari kerja kolektif,” ujar Menag di Jakarta, Selasa (13/10/2026) malam.

Lebih lanjut, Nasaruddin memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada tim Hubungan Masyarakat (Humas) Kemenag yang dinilainya menjadi ujung tombak komunikasi institusi. Mengingat besarnya cakupan tugas instansi ini, sinergi kehumasan menjadi sangat krusial.

“Saya menaruh rasa terima kasih khusus kepada Humas yang menjadi andalan kami. Mereka bekerja 24 jam demi memastikan komunikasi dan fasilitas informasi Kementerian Agama berjalan lancar ke tengah masyarakat,” tegasnya.

Lebih dari Sekadar Pindah ke Digital

Keberhasilan Kemenag meraih penghargaan ini tak lepas dari langkah nyata Menag Nasaruddin dalam mendorong transformasi digital. Digitalisasi yang dilakukan Kemenag tidak sebatas mengubah layanan ke bentuk elektronik, tetapi juga menciptakan pola komunikasi baru yang lebih terbuka, partisipatif, dan responsif dalam mendengar aspirasi umat.

Melalui penguatan komunikasi publik, Kemenag terbukti mampu menghadirkan layanan keagamaan maupun pendidikan yang lebih transparan, mudah diakses, dan relevan dengan kebutuhan zaman.

Metodologi Penilaian Ketat

GPR Institute selaku pihak penyelenggara menegaskan bahwa penghargaan ini tidak diberikan sembarangan. Penilaian berbasis jejak digital (digital footprint) ini mencakup tiga indikator utama: Digital Awareness (pencarian dan ulasan figur), Digital Media Aspect (jumlah dan sentimen pemberitaan), serta Social Media Aspect (aktivitas dan keterlibatan di berbagai platform media sosial).

Syarat mutlak lainnya, figur yang terpilih harus memiliki minimal 90 persen pemberitaan bersentimen netral dan positif. Khusus untuk kategori Special Achievement, poin penilaian diperluas mencakup kebaruan inovasi, kepemimpinan, dampak nyata bagi masyarakat luas, hingga keberlanjutan program tersebut.

Penghargaan ini sekaligus menjadi bukti sah bahwa penguatan kehumasan dan transformasi digital yang diusung Kementerian Agama telah berada di jalur yang tepat dalam melayani masyarakat Indonesia.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed